Posts

Showing posts from December, 2012

LAGU TERAKHIR UNTUK NADYA (Part 4/Final)

Sebuah kabar mengejutkan membuat Eghy dan Fitri datang ke rumah sakit lebih pagi dari biasanya. Keadaan Nadya yang belakangan ini mulai membaik, tiba-tiba drop. Semua dokter dan perawat sibuk mengatasi keadaan itu. Sedangkan Eghy, Fitri dan keluarga Nadya hanya bisa menunggu dan berdoa dari luar ruang ICU.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya dokter membolehkan mereka untuk masuk ruangan itu dan melihat kondisi Nadya yang sudah sadar. Wajah gadis itu semakin pucat dan tubuhnya dingin. Tapi dia masih tersenyum saat melihat keluarga dan dua orang yang berharga baginya itu masuk ke kamarnya.
Kamu nggak apa-apa kan, sayang?” tanya orang tua Nadya. “Aku baik-baik aja kok, Bu” sahut Nadya yang masih lemah. “Eghy, aku mau mendengar kamu menyanyi. Tolong nyanyikan lagu itu sekarang. Aku mau dengar” ucap Nadya dengan suara yang hampir seperti bisikan. “Nanti saja, sekarang kamu istirahat dulu” sahut Eghy. “Aku mau mendengarnya sekarang. Aku lelah, ingin istirahat. Aku ingin mendengar lagu itu u…

LAGU TERAKHIR UNTUK NADYA (Part 3)

Beberapa hari setelah telepon itu, Eghy mengabari Fitri kalau dia akan datang untuk menemui Nadya. Fitri yang mendapat kabar menggembirakan itu langsung menemui Nadya. Tapi sayangnya Nadya sedang tidur saat itu. Fitri hanya bias menunggu, sampai Eghy tiba.

Hari itu akhirnya tiba juga. Eghy, orang yang selama ini ditunggu kedatangannya oleh Nadya dan Fitri akhirnya datang. Dia meminta Fitri mengantarkannya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Eghy terdiam melihat keadaan gadis yang ada di kamar rawat itu. Sosok yang selama ini tidak pernah di jumpainya, kini dilihatnya dengan kondisi yang memprihatinkan. Selang infus terpasang di tangannya, matanya terpejam, tapi di kedua telinganya terpasang headset agar Nadya bisa selalu mendengarkan lagu musik yang biasa menenangkan.
Dia hanya sedang tidur. Tunggu saja, sebentar lagi juga dia bangun” ucap Fitri yang berdiri di belakang Eghy. “Sudah berapa lama dia seperti ini?” tanya Eghy, dia mulai berjalan mendekati tempat tidur Nadya. “Hampir…

LAGU TERAKHIR UNTUK NADYA (Part 2)

Sudah hampir seminggu Nadya sakit, hingga akhirnya dia harus di rawat di rumah sakit. Tapi kondisinya belum juga membaik. Maag yang selama ini di deritanya ternyata sudah sangat parah hingga menimbulkan pendarahan. Dokterpun mengatakan kalau salah satu faktor yang menyebabkanpenyakit Nadya semakin parah adalah stress yang dialaminya hingga membuat kondisi tubuhnya menurun.

Fitri, sahabat Nadyayang paling mengerti keadaan Nadya hanya bisa menatap iba tubuh sahabatnya yang sekarang terkulai lemah diatas tempat tidur. Wajahnya pucat dan tubuhnya semakin kurus. Fitri sangat mengerti perasaan Nadya yang merasa sangat kehilangan Eghy kekasihnya. Kadang samar-samar dia mendengar Nadya menyebut nama Eghy dalam tidurnya, dan hal itu membuat Fitrimenangis, tak sanggup melihat penderitaan yang di rasakan oleh sahabatnya itu.

Nad, gimana keadaankamu sekarang?” tanya Fitri ketika sahabatnya baru saja bangun. “Alhamdulillah udahmendingan, udahlah nggak usah cemas gitu” jawab Nadya, wajahnya terlihat …

LAGU TERAKHIR UNTUK NADYA (Part 1)

Sudah hampir dua jam Nadya mondar-mandir mengelilingi kamarnya, gadis ini terlihat sangat gelisah. Berulang kali  ia melirik hp kecil yang ada di tempat tidurnya, tapi tak ada satu pun pesan masuk yang tampak di hp itu. 
Kamu kemana, sih? Kok sms ku nggak di balas-balas” gerutu Nadya sambil memencet nomer telepon dengan cepat.
Sebelum Nadya sempat menelpon, sebuah SMS masuk dan di layar ponsel itu tertulis My Prince. Secepat kilat dia membuka SMS itu lalu membacanya dengan tidak sabar. Ternyata orang yang selama ini dia tunggu itu baru saja selesai bertanding dalam turnamen voli. Setelah membalas SMS itu, Nadya memejamkan matanya untuk tidur, karena malam telah larut.

Keesokan harinya... Seperti biasa, Nadya selalu mengirimkan ucapan selamat pagi pada kekasihnya sebelum dia berangkat sekolah. Namun, hatinya kembali tak tenang ketika sang kekasih belum juga membalas SMS-nya hingga sore hari. Berkali-kali dia mengirimkan SMS, hingga akhirnya balasan yang ditunggu datang.
“aku udah solat dan …