Posts

Arti sebuah CD

Image
oke, gue baru ngerti arti penting sebuah celana dalam yah waktu gue kerja di kaltim ini. yap, selain sebagai tutup kepala, celana dalem juga berfungsi sebagai suatu barang yang bisa dibilang penting-nggak penting tapi penting banget. celana dalem akan berasa menjadi barang yang sangat penting dikala kita memakainya disaat yang tepat, tapi sayangnya, kita nggak akan tau, kapan dan dimana saat yang tepat itu tiba. neh contoh konkret: suatu ketika ada emak-emak seksi dateng ke klinik gue. emak-emak ini dateng dengan lupa disekujur tubuhnya. awalnya gue sempet curiga kalo dia habis disruduk babi hutan, tapi dugaan gue salah. ternyata si emak-emak ini berhasil nyusuk dari motor sambil nyium aspal jalan. alhasil, sebagai seorang paramedik handal, gue mengkaji semua luka yang ada di tubuh si emak  ini. trus, dokternya bilang gini, "Tyo…tolong buka baju ibu ini" gue cuman diem aja, tapi demi sebuah keprofesionalisme, gue gunting celana si emak ini. gue kaget, sumpah…bener-bener kag…

Kontemplasi Pagi Hari

Manusia memang dilahirkan dengan hasrat dan nafsu. 
Istilah lebih singkatnya : manusia tidak pernah puas.
Seperti gue misalnya, dari dulu sejak kerja di bank sampai di kantor audit selalu saja merasa pekerjaan gue ga lebih baik di banding teman-teman lain. Seperti ada jarak yang begitu besar ketika membandingkan pekerjaan gue dengan teman yang lain.
Apa kalian seperti itu?
Lucunya, ternyata salah satu teman yang pekerjaannya sempat gue bandingkan malah iri dengan pekerjaan yang gue jalani saat ini :
"Ah, kerjaan lu lebih enak. Bisa jalan-jalan gratis."
Atau beberapa orang malah iri dengan hidup gue :
"Lu bisa bikin buku, dapet IPK cumlaude, habis kuliah ga pake nganggur. Sekarang lu udah nikah, gue aja belum."
Padahal sekarang dia kerja di sebuah perusahaan tambang besar yang gajinya 3 kali lipat gue. Yah, setelah selama 1,5 tahun nganggur.
Rumput tetangga selalu lebih hijau.  Tapi yang kalian ga tahu : tetangga kalian mungkin malah merasa bahwa rumput kalian yang leb…

Kepribadian Ganda

Image
Kadang, gue sering berimajinasi, memposisikan diri gue punya 2-3 kepribadian, lalu mendebatkan suatu permasalahan yang sebenarnya sepele.
Misalnya, pilihan tempat untuk berlibur, gue sering terlibat diskusi didalam hati dengan "kepribadian gue yang lain".
Kepribadian 1          : Dhe, cuti ini liburan kemana ya? Kepribadian 2          : Bali keknya enak tuh, Dhe? Pan, udah 2 tahun ga kesana. Kepribadian 3          : Emang lu punya duit buat ke Bali, Dhe? Kepribadian 1          : Iye sih, budget mepet. Mending nabung buat naik haji aja kali ya? Kepribadian 2          : Emang lu Islam, Dhe? Kepribadian 1 dan 3 : -_________-
Kira-kira begitu.

satu badan-beberapa pikiran-satu dompet
Gue sempet baca tentang pandangan psikologi modern (entah ini benar atau tidak, gue ga punya basic psikologi), orang yang sering berpura-pura dan tampil sebagai orang lain di hadapan publik dapat dikategorikan sebagai penderita Dissociative Identity Disorder (DID).  Namanya mirip-mirip burger (mananya?)…

Masa Ketik Harga Bawang Naik

Image
Ketika harga bawang naik, harga cabe naik, temen gue bilang harga laptop lagi turun. Teori ekonomi mungkin ga akan bisa menjelaskan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Toh, ibu rumah tangga juga ga akan terpengaruh. Masak nasi goreng ga mungkin juga pake laptop. Kecuali ibu rumah tangga gaul yang tiap hari pesen lauk di warung tegal online (ada gitu). 
ini namanya bawang putih
ini namanya bakpao dua, seringgit (halah)

Ketika harga bawang naik, emak gue sampe nangis mikir uang belanjaan. Ketika harga cabe naik, gue ganti cabe pake merica. Makan lele sambelnya pake merica, bikin oseng-oseng cabenya diganti merica. Perut gue panas. 2 hari berturut-turut berak darah.


ini merica

ini a-MERICA (halah) Sekarang, begitu harga bawang dan cabe turun, harga laptop naik. Gue yang nangis. Pas kebetulan laptop sedang dalam masa sakaratul maut. Tiap kali dihidupin, kemudian muncul bunyi berisik. Pas monitornya dibuka, engselnya kendor. Ga bisa ditegakkin. Tiap kali mau ngetik harus pake ganjal di belakang mon…

Hotel

Hari kedua, masih kurang sehari lagi sampai pelatihan gue berakhir. Saat ini gue lagi di sebuah hotel bintang tiga di kamar nomor 315. Jendela ada disebelah kanan gue. Di luar jendela hanya ada pemandangan parkir mobil. Ga menarik. Kecuali mobilnya tiba-tiba berubah jadi Transformers main barongsay mungkin lain cerita.  Ketika pelatihan macam begini, dimana setiap kali pembahasan materi paling ga butuh waktu satu seminggu tapi gue dkk hanya butuh waktu tiga hari bukan karena kami ini jenius tapi lebih ke keterbatasan waktu, dan selama itu pula gue ga pulang ke rumah. Selama itu pula gue ga ketemu emak, pacar, tetangga dan istri tetangga (ah, kesebut pula).  Jenuh kan? Iya. Ga juga sih. Front office asli cantik banget. Pacar gue lewaaaaaaaaat. Anu, ralat, pacar gue tetep paling utama kok. Hotel ini difasilitasi oleh 63 guest room, 1 restoran, dan sebuah ruang untuk hajatan. Disediakan juga spa dan massage yang bisa dipanggil ke kamar. Tiap malam, gue selalu ditelepon sama orang…

Accio Pensieve !!

Image
Fans Harry Potter mungkin tidak asing dengan kalimat ini, tapi fans Super Junior mungkin ga paham.
Saat-saat Dumbledore memindahkan sebagian kenangannya  ketika pertama kali pijat refleksi Pensieve adalah obyek yang digunakan untuk melihat kembali kenangan. Seperti mesin waktu yang membawa kita kembali ke masa lalu, tapi kita hanya bisa melihat, tidak mengubah.
Blog ini adalah Pensieve gue. Tempat sebagian kenangan tersimpan. Sebagian lagi kenangan gue taruh di eksternal hardisk 1 terra seharga 820 ribu. Itupun cuma sebatas foto dan video. Ga, gue ga punya bokep (siapa yang nanya?).  Selalu menyenangkan membaca kembali hal-hal yang gue alami dulu. Diary, bentuk buku, dengan wangi-wangi memabukkan mungkin memang sudah terlalu old school. Memang tidak banyak foto di blog gue, tapi membacanya kembali seperti memutar film hitam putih. Gue ga inget detailnya, tapi gue inget peristiwanya.
Menyenangkan

LAGU TERAKHIR UNTUK NADYA (Part 4/Final)

Sebuah kabar mengejutkan membuat Eghy dan Fitri datang ke rumah sakit lebih pagi dari biasanya. Keadaan Nadya yang belakangan ini mulai membaik, tiba-tiba drop. Semua dokter dan perawat sibuk mengatasi keadaan itu. Sedangkan Eghy, Fitri dan keluarga Nadya hanya bisa menunggu dan berdoa dari luar ruang ICU.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya dokter membolehkan mereka untuk masuk ruangan itu dan melihat kondisi Nadya yang sudah sadar. Wajah gadis itu semakin pucat dan tubuhnya dingin. Tapi dia masih tersenyum saat melihat keluarga dan dua orang yang berharga baginya itu masuk ke kamarnya.
Kamu nggak apa-apa kan, sayang?” tanya orang tua Nadya. “Aku baik-baik aja kok, Bu” sahut Nadya yang masih lemah. “Eghy, aku mau mendengar kamu menyanyi. Tolong nyanyikan lagu itu sekarang. Aku mau dengar” ucap Nadya dengan suara yang hampir seperti bisikan. “Nanti saja, sekarang kamu istirahat dulu” sahut Eghy. “Aku mau mendengarnya sekarang. Aku lelah, ingin istirahat. Aku ingin mendengar lagu itu u…